MAKALAH ILMU ALAMIAH DASAR: TERBENTUKNYA ALAM SEMESTA



MATA KULIAH                                                                                           DOSEN PENGAJAR
ILMU ALAMIAH DASAR                                

                   TERBENTUKNYA ALAM SEMESTA



INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN
FAKULTAS SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM
EKONOMI SYARIAH
2015


Daftar Isi

Kata Pengantar                                                                                    
Daftar Isi         
                                                                                                           
BAB I Pendahuluan                                                                                                     
A.     Pendahuluan                                                                                                    
B.     Rumusan masalah                                                                                            
C.     Tujuan Penulisan                      
                                                                       
BAB II Pembahasan                                                                                                    
A.     Pengertian alam                                                                                    
B.     Struktur alam semesta                                                                                      
C.     Cara-cara memahami alam                                                                               
D.     Tujuan alam semesta
                                                                                       
BAB III Penutup                                                                                                         



               

BAB I
PENDAHULUAN

            A.     Latar Belakang
Sudah menjadi keyakinan umat islam, Allah adalah (Khalik) dan alam semestam (universe) adalah ciptaan-Nya. Namun mereka berbeda pendapat dalam memahami proses penciptaan.
Penciptaan alam semesta termasuk salah satu perkara penting tidak hanya dalam bahasan bidang pemikiran islam, akan tetapi juga dalam ilmu pengetahuan kosmologi. Dalam rekaman sejarah pemikiran Islam persoalan ini telah jadi bahan polemik yang kadang-kadang amat keras dan tajam.
Dalam memformulasikan penciptaan alam semesta, umat islam terpecah dalam dua kelompok: kelompok pertama berpendapat bahwa alam semesta diciptakan Allah dari tiada secara langsung. Sementara kelompok kedua perpandangan bahwa alam semesta diciptakan Allah dari ada secara tidak langsung. Kelompok pertama di”denddang”kan oleh teolog al-asy’ariah yang bercorak tradisionalis. Sedangkan kelompok kedua di”suara”kan oleh teolog Muktazilah yang bercorak rasionalis dan filosof Islam

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa itu alam semesta ?
2.      Bagaimana kita memahami alam semesta ?
3.      Apa saja struktur alam semesta?

C.     Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah selain untuk memenuhi tugas dari dosen mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar juga sebagai tambahan referensi dan wacan bagi teman-teman yang ingin mencari informasi tambahan mengenai terbentuknya alam semesta. Untuk memahami apa itu alam dan bagaimana alam terbentuk, juga untuk mengetahui tujuan memahami alam serta cara memahami alam. Begitu banyak ayat al-Qur’an tentang alam semesta.


BAB II
PEMBAHASAN

            A.     Pengertian Alam
Telah disinggung dalam bab pendahuluan bahwa istilah alam yang terpakai disini dalam arti alam semesta, jagat raya, yang dalam bahasa Inggris di istilahkan Univers. Istilah ini dialihbahasakan ke dalam bahasa Arab dengan Alam ((عا لم. [1] Istilah Alam dalam Al-Qur’an hanya datang dalam bentuk jamak alamin      (عا طى)  ,disebut 73 kali yang tergelar dalam 30 surat.
Al-Alamin adalah jamak dari alam, yakni jamak muzakar yang berakal. Orang arab sepakat bahwa lafal ini tidak dipakaikan atas segala yang ada, seperti alam batu dan tanah, akan tetapi mereka memakaikannya atas setiap makhluk tuhan yang berakal atau mendeekati sifat-sifat berakal, seperrti alam manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Karena padda alam yang demikian dapt dinalar akal manusia cara pendidikan dan pemeliharaan Allah (rabb) melalui kehidupan  (al-Hayat), makan (al-taghazziy) dan berkembang biak  (al-tawallud). Dengan mengutip  Jamaluddin al-Afghaniy, Abduh mengatakan alam hewan tak ubahnya seperti tumbuhan (pohon) yang dipotong kakinya dari bumi, maka ia berjalan. Sedangkan tumbuhan (pohon) tak ubahnya seperti hewan yang kedua kakinya terbenam di bumi, karenanya ia makan dan minum tetap pada tempatnya.[2]
Berdasarkan istilah diatas dapat dibenarkan bahwa kata ini menunjukkan banyaknya alam yang diciptakan dan dipelihara Tuhan, sebagian darinya tidak diketahui oleh manusia (Q.S al-Nahl/16:8). Al-Qur’an menggunakan istilah al-samawat wa al-ardh wa ma baynahuma untuk alam seemesta .[3]
Dengan demikian yang dimaksud dengan alam semesta adalah seluruh alam, baik fisik maupun nonfisik. Pandangan ini sejalan dengan isyarat yang terrkandung dalam kata al-samawat wa al-ardh wa ma baynahuma, yang berarti banyak alam, yang berbeda bentuk dan hukum-hukumnya antara satu dengan yang lainnya.

            B.     Struktur Alam Semesta
1.                   Sistem Matahari
Bumi tempat tinggal kita adalah salah satu ddiantara jutaan bendda langit yang mengapung diangkassa. Ia adalah anggota system matahari (solar system) yang terdiri dari matahari, 9 buah planet dan satelit-satelit, asteroid-asteroid, dan komet-kometnya.
Bumi yang menempati posisi ketiga dari Matahari berjarak 93 juta mildari matahari dan planet yang terjauh yaitu pluto, kira-kira bejarak 3.600 juta mil dari Matahari, planetplanet dan satelit-satelit, asteroid-asteroid dan komet-kometnya masing-masing bebas bergerak, terapung diruang angkasa, suatu gerakan rotasional tetap mengamankan setiap anggota system [matahari] itu berimbang terhadap gaya gravitasi matahari. Gravitasi mengimbangi kekuatan sentrifugal gerakan orbit itu. Kedua kekuatan ini beradda pada posisi berimbang.
2.                Bumi
Bumi yang merupakan bola dunia berbatu dengan diameter 8000 mil, melakukan satu kali otasi pada pola pada porosnya dalam 23 jam dan 56 menit. Karena rotasi inilah, bila separo sisi [bumi mengarah ke matahari,maka seeparo sisi lainnya gelap, yang menimbulkan siang dan malam. Untuk mengelilingi matahari satu kali secara sempurna bumi memerlukan waktu 365 hari 6 jam 46 menit dan 48 detik, yakni 1 tahun revolusi. Poros bumi miring 23 ½ derajat kea rah bidang orbitnya. Kemiringan poros bumi ini adalah penyebab yang dikenal dari perubahan-perubahan musim.
3.                Bulan
Satelit adalah suatu benda langit yang secara komparatif kecil, yang beredar mengelilingi sebuah planet. Bulan adalah satelit bumi. Ia berevolusi mengelilingi bumi dan juga berotasi disekitar porosnya dalam waktu 28 hari dalam kaitannnya dengan bumi dan 29 ½ hari dalam kaitannya dengan matahari.
4.                Matahari dan Bintang-bintang
Matahari adalah bintang yang dipikal mengeluarkan sinar sendiri, yang terutama terdiri dari hydrogen dan hedium. Diameternya sekitar 865.000 mil dan 330.000 mil kali lebih berat daripada bumi.
5.                Galaksi-galaksi
Bintang-bintang itu tidak secara seragam disebarkan diseluuh ruang angkasa alam semesta tetapi dikelompokkan secara bersama-sama dalam kelompok-kelompok yang disebut galaksi-galaksi. Diperkirakan ada sejumlah 200 triliyun galaksi yang menempati bagian alam semmesta yang bisa diamati dengan penyebaran yang kurang lebih homogeny dan isotropik.
Galaksi-galaksi adalah system-sistem bintang yang berdiri sendiri yang berisi rata-rata 200 juta bintang dan berdiameter mulai dari 1.500 hingga 300 ribu tahun cahaya.
6.                Gugusan-gugusan Galaksi
Penyebara galaksi di ruang angkasa menunjukkan kecenderungan galaksi-galaksi untuk berkumpul menjadi gugusan. Galaksi kita adalah salah satu gugusan kescil yang dikenal sebagai “Kelompok lokal” yang berisi sekitar 15 anggota.
7.                Alam Semesta Yang Mengembung
Seluruh alam semesta pada saat sekarang diperkirakan terdiri dari sekitar 200 triliyun galaksi. Diantara jutaan bintang yang ada pada setiap galaksi berisi banyak goresan di angkasa yang sngat luas.
Pengembungan ini bisa dijelaskan dengan contoh balon yang permukaannya ditandai dengan beberapa noda. Bayangkan bahwa balon itu adalah alam semesta dan noda-nodanya adalah gugusan-gugusan galaksi. Bila balon itu di isi agin ia akan semakin membesar dan sebagai akibatnya jarak antara noda-noda itu, dalam hal ini gugusan-gugusan galaksi, akan semakin jauh. Dengan cara yang sama galaksi-galaksi yang jauh akan semakin menjauhi kita dengan kecepatan yang sangat tinggi.

C . Cara-Cara Memahami Alam
Dalam beberapa tempat Al-Qur’an menunjukkan bahwa salah satu cara memahami alam raya ini dapat dilakukan lewat indra penglihatan, pendengaran, perasa, pencium, dan peraba[4]. Semua alat utama ini dapat membantu manusia untuk melakukan pengamatan dan eksperimen
Al-Qur’an juga menunjukkan bahwa masih ada cara lain disamping cara pengamatan dan daya nalar, yakni melalui wahyu dan ilham. Akan tetapi cara ini tidaklah semua orang dpat menikmatinya melaikan hanya orang-orang pilihan Allah semata. Manusia biasa hanya dapat memperoleh ilham sedangkan wahyu hanya dianugerahkan Allah kepada Rasul dan Nabi.
 
             D.     Tujuan Memahami Alam Semesta
Dalam Al-Qur’an terdapat penjelasan tentang alam semesta dan fenomenanya secara eksplisit tidak kurang dari 750 Ayat. Pada umum nya ayat-ayat ini memerintahkan manusia untuk memperhatikan, mempelajari dan meneliti aalam semesta bertujuan untuk mengantarkan manusia agar mereka menyadari bahwa dibalik “tirai” alam semesta ini ada zat yang mahakuasa dan maha esa yaaita Allah swt.
Dorongan Al-Qur’an untuk mempelajari dan meneliti “kitab Alam” dapat memperkuat keyakinan bahwa Tuhan memang maha kuasa sebagai dijelaskan kitab wahyu sesuai dengan sunatullah bahwa manusia diberi kunci untuk mengusai alam kendatipun ia diciptakan Allah dalam keadaan lemah dan bodoh, namun ia mengemban tugas sebagai khalifah di bumi. Sebagai mandatalis, manusia tidak hanya menduduki posisi penanggung jawab klestarian semua macam kehidupan di bumi juga ia dituntut untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Karenanya Allah disamping membekali manusia dengan akal dan ilmu pengetahuan juga antara penciptaannya dan alam semesta telah diberi keharrmonisan indah dan merupakan satu kesatuan yang organik, sehingga ia dapat menunaikan amanahnya sebagai khalifah dan memenuhi kebutuhan hidupnya.
Agaknya tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa kemana saja manusia menghadapkan wajahnya, disana ia akan menyaksikan kebesaran Allah. Sungguh benar ungkapan Al-Qur’an jika pohon-pohon di bumi dijadikan alat tulis dan laut menjadi tinta, kemudian ditambah tujuh laut lagi, namun tidak akan habis-habisnya mencatat nikmat Allah kepada manusia.
Dengan memahami “buku Alam” diditu terdapat pentunjuk mengenai kebenaran yang transenden. Agaknya ungkapan Max Planck seperti yang dituturkan Dr.A.Rahman Djay, masih relevan dalam hal ini :”there is now physics without some metaphysics (tidak ada fisika tanpa metafisika).[5]


 

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa alam semesta mencakup keseluruhan benda-benda alam yang terdiri dari galaxy, bintang-bintang, matahari, planet-planet, nabula dan satelit-satelit. Yang dimana asal muasal benda alam itu sudah dinyatakan kebenarannya melalui penelitian para ahli dan dibenarkan oleh Al-Qur’an.

B. Saran-Saran
1. Hendaknya kita sebagai manusia harus bisa menikmatidan menjaga sebaik-baiknya segala sesuatu yang telah tercipta (alam semesta beserta isinya).
2. Sebaiknya ilmu pendidikan yang kita pergunakan tidak terlepas dari koridor keilmuan



[1] Lihat : Sirajuddin Zar, konsep penciptaan alam dalam pemikiran islam, sains dan Al-Qur’an, Jakarta 1997.hal.19
[2] Ibid,.hal.21
[3]Ibid,.hal.25
[4]Ibid,.hal.38
[5]Ibid,.hal.28


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH FIQIH : PUASA

MAKALAH TIME VALUE OF MONEY - MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH

MAKALAH FIQH MUAMALAH KONTEMPORER: WADI'AH